Minta Sedekah

Di antara manusia, ada yang sengaja minta sedekah kepada sesamanya. Dengan tampilan yang di-setting begitu rupa agar sesamanya merasa iba kepadanya. Dia minta sedekah di pasar-pasar tradisional, di emperan-emperan toko modern, di halaman-halaman rumah ibadah, dan lain-lain.

Namun, berdasar pada temuan petugas penertiban gelandangan dan pengemis (gepeng) di beberapa kota ternyata ada di antaranya yang mendapatkan uang dari dermawan yang jumlahnya ratusan ribu rupiah per harinya. 

Ada di antaranya yang pergi ke/pulang dari tempatnya minta sedekah dengan membawa mobil pribadi. Selain itu, ada juga di antaranya yang di daerah asalnya memiliki harta yang begitu  banyak. 

Seperti rumahnya permanen, kendaraannya pantas, dan tabungannya puluhan bahkan ratusan juta rupiah. Dengan begitu, minta sedekah dari sesamanya telah dia jadikan sebagai kebiasaan oleh mereka.   

Padahal, minta sedekah kepada manusia selagi punya apalagi dijadikan sebagai kebiasaan dalam pandangan Islam termasuk perbuatan tercela. Karena itu, bila ada kabupaten/kota yang menerbitkan peraturan daerah tentang larangan minta sedekah di daerahnya ada baiknya kita dukung.

Menurut Rasulullah SAW, minta sedekah pada sesama apalagi dijadikan kebiasaan dengan motif untuk menumpuk kekayaan tidak dibenarkan. 

Jangankan untuk menumpuk kekayaan, sekadar untuk mencukupi kebutuhan primernya, hal tersebut bagi seorang Muslim sangat dianjurkan untuk bekerja secara halal.

Dari Zubair bin 'Awwam RA, Nabi SAW bersabda: "Salah seorang dari kamu mengambil talinya kemudian membawa seikat kayu bakar di punggungnya, lalu dia menjualnya untuk menjaga kehormatannya, lebih baik baginya ketimbang minta (sedekah) kepada manusia, (lantaran) mereka (bisa saja) memberi atau tidak (memberi)" (HR Bukhari).

Lebih jauh, minta sedekah kepada sesama bukan sebatas untuk menjaga kehormatan, melainkan untuk menyelamatkannya dari siksaan yang keras di akhirat. 

Samurah bin Jundub RA berkata, Rasulullah bersabda: "Minta (sedekah kepada sesama) adalah cakaran dengan tangannya, dia mencakar wajahnya, kecuali minta (sedekah) kepada penguasa atau pada saat sangat membutuhkan" (HR Tirmidzi, Abu Dawud, dan Nasa'i. Disahihkan oleh Nashiruddin al-Albani).

Menurut Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: "Orang yang minta harta manusia untuk memperkaya diri, sesungguhnya dia minta bara api, silakan dia mempersedikit atau memperbanyak (perbuatan tersebut)" (HR Muslim). 

Kandungan hadis ini dapat dimaknai sebagai ancaman dari Rasulullah. Penjelasan lebih keras ditunjukkan dalam sebuah riwayat yang datang dari Ibnu 'Umar RA. 

Kata Ibnu 'Umar, Rasulullah bersabda: "Orang yang selalu minta kepada manusia hingga dia (akan) datang pada hari kiamat dalam keadaan wajahnya tanpa daging sedikit pun." (HR Muttafaq 'Alaih).

Sebagai umat Islam, sudah seharusnya kita menghindari "kebiasaan" minta kepada manusia. Seandainya membutuhkan harta lebih dari yang kita miliki pada hari ini, mintalah kepada Allah.
Share on Google Plus

About lazdai lampung

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar